Renungan hari ini: Terang Terbit Di Galilea

Renungan hari ini: Terang Terbit Di Galilea

SALVE, mediasumatera.id –  bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda telah membuat resolusi untuk hidup secara baru di tahun baru ini? Jangan sampai Tahun baru, tetapi kita tetap berselimutkan zona kenyamanan manusia lama.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 4: 12 – 17. 23 – 25, yakni Yesus tampil di Galilea dan Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang. Dalam bacaan Injil hari, dikisahkan Yesus tampil untuk pertama kali dalam memulai pelayanan publik-Nya di Galilea.
Galilea adalah tanah pinggiran. Tempat orang-orang hidup dalam bayang keterasingan, bercampur bangsa, bahasa, dan keyakinan yang dianggap setengah HATI oleh para pemuka di Yerusalem. Galilea menjadi simbol kegelapan: kegelapan harapan, identitas, dan iman. Namun justru di sana Yesus memulai karya-Nya. Bukan di istana, bukan di Bait Allah yang megah, melainkan di tanah yang dianggap “kafir” dan “terbelakang.” Seperti matahari pagi yang membelah gelapnya malam, terang itu pun terbit: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”. Bahkan sudah ada di tengah-tengah kita manusia. Dia tidak hanya berbicara, tetapi Ia berjalan dari desa ke desa, menyembuhkan yang sakit, membebaskan yang terbelenggu, memulihkan yang lumpuh, dan membuka mata yang buta. Kabar tentang Dia menjadi viral cepat, membawa harapan bagi mereka yang selama ini hidup dalam gelap.

Pesan untuk kita

Bisa jadi, “Galilea” adalah simbol dalam hidup kita juga, yakni bagian yang kita anggap paling kelam, paling tidak layak, paling jauh dari KASIH karunia. Masa lalu dan manusia lama yang kelam, kebiasaan yang membelenggu, rasa MALU, MALAS, yang terus menghantui, atau HATI yang beku terhadap Allah. Namun kisah Yesus di Galilea mengingatkan kita akan terang Allah yang justru pertama kali dinyalakan di tempat yang gelap. Ia tidak menunggu kita sempurna. Ia datang ketika kita masih berada dalam kegelapan, dan di situlah seruan pertobatan menjadi undangan penuh KASIH:
“Berbaliklah. Lihat, terang sudah terbit untukmu.” Dan setelah terang itu menyinari “Galilea” HATI kita, Ia mengutus kita untuk membawa KABAR & TERANG itu ke Galilea-Galilea lain di sekitar kita, mulai dari keluarga, komunitas, kepada mereka yang putus asa, tersisih, terasing, dan kehilangan harapan. Jadilah Alter Terang Kristus bagi sesama.

Baca Juga :  Berjaga-jaga Sambil Berdoa

Pertanyaan refleksi

1. Bagian mana dari hidup saya yang selama ini saya anggap sebagai “Galilea”, tempat yang gelap, jauh, atau tidak layak disentuh oleh KASIH Allah?
2. Bagaimana saya merespons undangan Yesus untuk bertobat dan menerima terang-Nya di tengah kegelapan hidup saya?
3. Siapa saja di sekitar saya yang sedang berada dalam “Galilea” mereka, dan bagaimana saya dapat menjadi pembawa terang Kristus bagi mereka?
Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, terbitkan terang-Mu dalam HATI kami yang gelap. Ajar kami membuka diri bagi KASIH-Mu, dan jadikan kami pembawa terang bagi sesama yang masih hidup dalam bayang-bayang kegelapan. Amin.