Renungan hari ini: Yesus Bukan Roti Biasa

Renungan hari ini: Yesus Bukan Roti Biasa
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda lebih suka makan roti dunia atau Roti Surga?i

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 6: 52 – 59, yakni Roti hidup. Para saudaraku, roti dunia memang mengenyangkan perut, tetapi hanya sebentar saja. Ia bisa dibeli dengan uang, disimpan di lemari, lalu basi. Begitu lapar datang, kita kembali mencari lagi. Itulah kepuasan yang sementara sifatnya. Namun, Yesus menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia bukan roti biasa, melainkan Roti Hidup. Daging dan darah-Nya bukan untuk dikunyah secara harfiah, melainkan bahasa iman: menerima seluruh keberadaan-Nya, hidup dalam persekutuan yang mendalam dengan Dia. Manna di padang gurun memang dahsyat, tetapi nenek moyang tetap mati. Roti Surga memberi hidup kekal, hidup yang melekat pada Sumber kehidupan, sehingga maut kehilangan kuasanya. Roti ini tidak bisa dibeli dengan uang, melainkan hanya dengan ruang dan peluang, yakni: menyediakan HATI yang terbuka, waktu yang rela, dan kesediaan hadir di hadapan-Nya. Namun sering kali kita memiliki banyak alasan alasan yang duniawi: sibuk, lelah, tidak ada waktu, membuat kita menunda santapan rohani ini.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, jangan habiskan HIDUP hanya mengejar roti yang akan basi. Roti dunia memang mengenyangkan jasmani kita, tetapi cepat hilang dan lapar. Sedangkan Roti Surga tidak membutuhkan uang, melainkan HATI yang memberi RUANG. Saat kita menyediakan PELUANG untuk makan Roti Hidup, jiwa kita dipuaskan dengan KASIH yang tak pernah habis. Hari ini, pilihlah santapan yang tidak fana. Bukalah RUANG bagi Kristus, dan biarkan Dia menjadi Roti Sejati yang menuntunmu melewati maut menuju HIDUP kekal.

Baca Juga :  Bertekun Dalam Iman

Pertanyaan refleksi

1. Apa saja “roti dunia” yang paling sering saya kejar, dan mengapa kepuasan itu selalu terasa sementara?
2. Bagaimana saya bisa menyediakan ruang dan peluang untuk benar-benar “makan” Roti Hidup, meski sering merasa sibuk atau lelah?
3. Hidup kekal bukan sekadar panjang umur, melainkan hidup yang melekat pada Kristus. Apa tanda nyata bahwa hidup saya sudah semakin berakar di dalam Dia?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Roti Hidup yang turun dari Surga,
ajarilah aku untuk tidak hanya mengejar roti dunia yang cepat hilang,
melainkan menyediakan ruang dan waktu untuk Engkau. Isi kelaparan jiwaku dengan kasih-Mu, agar hidupku melekat pada-Mu dan berbuah dalam kekekalan. Amin.