SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Saya berharap menjumpai Anda dalam keadaan sehat, damai dan bahagia. Dan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Sang sumber hidup.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 12: 54 – 59, yakni menilai zaman. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata kepada orang banyak, Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, kamu tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa kamu tidak dapat menilai zaman ini? Ucapan Yesus ini adalah teguran sekaligus panggilan. Yesus mengkritik orang banyak termasuk kita para murid-Nya, karena kita begitu lihai membaca fenomena alam dan tanda-tanda lahiriah, namun sering kali buta dan tidak peka terhadap tanda-tanda rohani, bahkan terhadap kehadiran-Nya sendiri di tengah hidup kita. Kita bisa memprediksi cuaca, menganalisis tren dunia, dan merancang masa depan dengan kecerdasan duniawi. Tetapi kita sering gagal menilai zaman secara rohani, mengenali kehendak Allah dalam peristiwa hidup, baik yang menyenangkan maupun yang menantang. Yesus juga menyingkap kemunafikan: ketika kita hanya fokus pada hal-hal lahiriah, tetapi mengabaikan kebenaran yang lebih dalam. Kita sibuk dengan penampilan, status, dan pencapaian, namun lupa bertanya: Apa yang Tuhan sedang kerjakan dalam hidupku? Apa yang Ia ingin aku pelajari dan ubah hari ini? Ingatlah, menilai zaman bukan hanya sekadar membaca situasi, tetapi membaca HATI Allah. Ini menuntut kepekaan atau kecerdasan spiritual atau rohani, kebijaksanaan Ilahi, dan iman yang hidup bukan, sekadar logika atau pengetahuan biasa. Akhirnya, semoga renungan ini menjadi cermin dan pelita bernyala untuk perjalanan rohani kita di hari ini. Semoga demikian!
Pertanyaan Refleksi:
1. Dalam hal apa saja aku lebih mengandalkan kecerdasan duniawi daripada kepekaan rohani dalam mengambil keputusan hidup?
2. Apakah aku mampu mengenali kehadiran dan kehendak Allah dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarku — baik yang menyenangkan maupun yang menantang?
3. Sudahkah aku jujur dan terbuka di hadapan Tuhan, atau masih menyembunyikan diri di balik kemunafikan dan penampilan lahiriah?
Selamat berefleksi🙏🙏




