RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP
Kamis, 26 Maret 2026
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan perlahan mengalir memenuhi hati kita, bahkan di saat kita merasa lelah, kosong, atau tidak baik-baik saja.
Hari-hari ini kita sedang berjalan dalam masa Pra Paskah…
sebuah perjalanan sunyi yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan.
Di tengah kesibukan, mungkin kita sering lupa, bahwa ada hati yang perlu dipulihkan, ada luka yang perlu diserahkan, dan ada hubungan dengan Tuhan yang perlu diperdalam kembali.
Pra Paskah bukan hanya tentang menunggu hari kemenangan…
tetapi tentang berani melihat ke dalam diri.
Apakah hati kita masih sungguh mengasihi Tuhan?
Atau justru mulai dingin karena kecewa, lelah, dan beban hidup?
Apakah iman kita masih menyala… atau hanya tersisa sebagai kebiasaan tanpa rasa?
Sering kali kita tersenyum di luar, tetapi di dalam hati kita sedang rapuh.
Kita terlihat kuat di depan orang lain, tetapi diam-diam kita sedang berjuang sendirian.
Namun hari ini Tuhan mengingatkan kita…
bahwa kita tidak pernah sendiri.
KasihNya tidak berubah, bahkan ketika kita menjauh.
PelukanNya tetap terbuka, bahkan ketika kita merasa tidak layak.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini?
Apapun keadaanmu, baik sedang bersukacita, berduka, atau sedang berjuang dalam diam, Tuhan melihat setiap air mata yang mungkin tidak pernah dilihat orang lain.
Dia mengerti setiap pergumulan yang tidak sempat terucap.
Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
Kiranya melalui masa Pra Paskah ini, kita tidak hanya berjalan… tetapi benar-benar kembali.
Kembali kepada Tuhan dengan hati yang hancur namun rindu dipulihkan.
Kembali dengan iman yang mungkin kecil, tetapi ingin kembali menyala.
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)
Kata-kata Yesus ini adalah bagian dari khotbah di bukit yang dicatat di Matius pasal 5-7. Kelihatannya, banyak orang yang mendengarkan Yesus waktu itu adalah orang yang tidak berada. Jadi mereka mungkin merasa bahwa mereka perlu fokus mencari nafkah sehingga tidak punya waktu untuk memikirkan Kerajaan Allah. Kita harus mencari hal-hal yang berkaitan dengan Allah sebagai prioritas di atas hal-hal yang di bumi. Kita harus mencari keselamatan yang disyaratkan Kerajaan Allah karena jauh lebih berharga daripada kekayaan duniawi.
Para pengikut Kristus dihimbau untuk mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya atas segala hal lain. Kata kerja “mencari” menunjuk terjadinya keasyikan terus-menerus ketika mencari sesuatu atau berusaha dengan sungguh-sungguh dan tekun untuk memperoleh sesuatu. “Mencari” juga berarti mencoba mempelajari di mana sesuatu berada atau mencoba menemukannya seperti mencari yang hilang. Berusaha mempelajari sesuatu melalui penyelidikan atau pencarian yang cermat. Mencari dalam konteks ini berarti fokus yang tunggal.
Kerajaan Allah adalah pemerintahan di Surga, yang akan membuat kehendak Allah terjadi di bumi (Mat. 6:9-10) dan kebenarannya adalah Yesus (Yoh.14:6). Kita harus berusaha sungguh-sungguh agar kepemimpinan dan kuasa Allah dinyatakan melalui kehidupan kita. Mencari dahulu atau mengutamakan Kerajaan itu berarti menganggapnya sebagai hal yang terpenting dalam kehidupan. Orang yang mengutamakan Kerajaan Allah tidak hanya senang untuk belajar tentang Kerajaan itu, tetapi dia juga bersemangat untuk menceritakan hal-hal yang akan dilakukan Kerajaan tersebut.
Dalam Kitab Roma 14:17 berbunyi “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” Artinya setiap orang percaya harus mengutamakan Allah dan kehendak-Nya dalam segala aspek kehidupan. Mengutamakan hal-hal yang benar menurut Allah berarti mengikut standar-Nya tentang yang benar dan yang salah (Mzm. 119:172). Dengan kata lain, tingkah laku kita harus sesuai dengan hukuman Allah, yang sebenarnya diberikan demi kebaikan kita. Nas ini bukan berarti bahwa kita sebagai orang Kristen tidak perlu bekerja atau berusaha untuk kebutuhan hidup kita. Namun, hendak menekankan bahwa usaha dan kerja keras kita harus dilakukan atas dasar iman dan kepercayaan kepada Allah, bukan hanya pada kekuatan diri sendiri.
Renungan hari ini mengajak kita berpikir tentang bagaimana mengenal kehendak Tuhan yang baik dan sempurna, khususnya soal pekerjaan, kekayaan, uang dan asset yang kita punya. Dalam pekerjaan kita harus mengutamakan kejujuran dan integritas serta mengandalkan Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan. Dalam hal keuangan dan harta, kita harus mengelola keuangan kita dengan rendah hati, bijaksana, hemat dan memberikan persembahan sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan. Gunakan apa yang Tuhan percayakan dengan bijaksana, dan biarkan Dia menuntun setiap langkah kita. Dengan kacamata iman kita bisa melihat hal-hal yang utama yang perlu dipikirkan dan dikerjakan dalam hidup ini, yaitu mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Mencari kerajaan Allah adalah menerima dan tunduk pada kedaulatan Allah sebagai Raja. Pada saat kita fokus untuk melakukan kehendakNya, Dia pasti mencukupkan apa yang kita butuhkan. Dengan menjadikan Kerajaan Allah sebagai yang utama, maka orang Kristen dapat hidup dengan damai sejahtera, mengetahui bahwa Allah selalu menyertai dan menyediakan segala kebutuhannya.
Renungan:
Tuhan Allah tahu apa yang kita perlukan. Allah mencukupkan semuanya dan memelihara kita sebagaimana Ia memelihara burung di udara dan bunga bakung di padang. Berfokuslah kepada Allah.
Lagu:
KJ No.38:1
“T’lah Kutemukan Dasar Kuat”
Doa:
Tuhan yang mahakasih Juruselamat kami, tuntunlah kami umat-Mu agar semakin dekat pada-Mu dan mengerti dalam kerendahan hati apa yang Tuhan kehendaki dari kami yaitu agar tetap setia dan taat pada-Mu. Curahkan Roh Kudus-Mu bagi kami agar kami mampu mengutamakan Tuhan dalam setiap aspek hidup kami ini. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
(VIP)




