Harmoni dan Kontribusi Inovasi Teknologi Disiplin Teknik Industri Membangun Negeri

Harmoni dan Kontribusi Inovasi Teknologi Disiplin Teknik Industri Membangun Negeri

Dr. Heri Setiawan, S.T., M.T., IPM.

Dosen Prodi Teknik Industri & Direktur Innovation System Center (ISC)

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Katolik Musi Charitas

 

mediasumatera.id – “Pendidikan harus mampu meninggalkan legacy yang tidak hanya berupa pengetahuan (knowledge) saja namun juga pengalaman praktik implementasi di lapangan”

 

Teknologi Industri merupakan salah satu disiplin ilmu yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kemajuan ekonomi suatu negara. Dengan kemajuan TI, negara dapat meningkatkan efisiensi produksi, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan daya saing di pasar global dengan tetap ramah lingkungan (sustainability). Namun, untuk mencapai hal ini, diperlukan harmoni dan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu, termasuk disiplin TI. Disiplin TI merupakan ilmu yang mempelajari tentang cara mengintegrasikan teknologi, manajemen, dan ekonomi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas proses industri. Salah satu contoh kontribusi disiplin TI bagi negeri adalah pengembangan sistem produksi yang efisien, efektif, dan sustainable, smart & green industry. Dengan menggunakan prinsip-prinsip TI, perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya produksi, pengembangan produk yang inovatif berbasiskan kearifan lokal dan berkualitas tinggi, membantu dalam pengembangan infrastruktur yang efektif dan efisien, pengembangan sistem transportasi yang efektif yang mendukung inovasi teknologi bagi negeri sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan kemajuan ekonomi, meningkatkan daya saing di pasar global dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah.

Dengan demikian, disiplin TI memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan inovasi teknologi bagi negeri. Namun untuk mencapai harmoni dan kontribusi disiplin TI bagi negeri, diperlukan kerja sama yang erat antara berbagai stakeholder; pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi dan masyarakat. Pemerintah harus menyediakan infrastruktur yang mendukung pengembangan inovasi teknologi, perusahaan dan perguruan tinggi harus bersinergi dalam investasi pengembangan teknologi dan sumber daya manusia dan masyarakat harus terlibat dalam pengembangan inovasi teknologi, sehingga dapat memastikan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan berdampak pada kemaslahatan manusia dan alam semesta.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah membuat kemajuan yang signifikan dalam pengembangan inovasi teknologi berbasiskan disiplin TI. Banyak perusahaan Indonesia telah berinvestasi dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia (SDM), sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global. Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah menyediakan infrastruktur yang mendukung pengembangan inovasi teknologi, termasuk pengembangan kawasan industri dan pusat penelitian. Maka momen yang ‘pas’ jelang pelantikan para kepala daerah, menyatukan gerak otak, hati dan empati serta kolaborasi-sinergi program kerja dengan melibatkan seluruh stakeholders guna mendapatkan beragam perspektif multidisiplin ilmu sehingga hasil luarannya berdampak secara holistik bagi kemajuan negeri yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Ini Harapan Anggono Mahendrawan : FJM Sumsel Bantu Edukasi Masyarakat

 

Disiplin Teknik Industri (Industrial Engineering)

Definisi Teknik Industri (TI) yaitu “Industrial and Systems Engineering is concerned with the design, improvement and installation of integrated systems of people, materials, information, equipment and energy. It draws upon specialized knowledge and skill in the mathematical, physical, and social sciences together with the principles and methods of engineering analysis and design, to specify, predict, and evaluate the results to be obtained from such systems” (Industrial Engineering Handbook: Institute of Industrial Engineers, Industrial Engineering and Management Press, 1983, Page 207). TI berkaitan dengan perancangan, perbaikan dan instalasi sistem industri terintegrasi (manusia, material, mesin, energi dan informasi) dari aktivitas produktif yang menghasilkan produk atau jasa. Rekayasa proses dan sistem untuk memperbaiki kualitas dan produktivitas kerja (efektif-efisien-keberlanjutan). Pengukuran kinerja rancangan dilihat dari aspek benefit-cost ratio penggunaan uang, material, waktu, usaha manusia dan energi, serta keberlanjutan.

Kompetensi utama TI dalam aspek perancangan (design) dapat dilihat dari aktivitas dan proses yang meliputi; a) memproduksi sebuah sistem, komponen atau proses untuk memenuhi suatu kebutuhan (requirements) tertentu, b) proses iteratif yang melibatkan pengambilan keputusan dengan kriteria ekonomi dan memanfaatkan matematika, prinsip ilmiah dan prinsip engineering, c) penentuan tujuan, analisis, sintesis, evaluasi, konstruksi, pengujian dan pengkomunikasian hasil, d) penyelesaian masalah yang bersifat terbuka (open-ended), membutuhkan metodologi perancangan dan pemecahan persoalan secara kreatif, membutuhkan formulasi masalah dan pembandingan alternatif solusi ekonomi dan melibatkan perincian sistem secara holistik komprehensif. Sedangkan kompetensi dalam pengertian sistem integral meliputi: 1) produk (man-machine aspects) keterkaitannya dengan aspek antropometri, human factors, perancangan produk ergonomis, 2) stasiun kerja (work station) terkait dengan pengukuran waktu, ekonomi gerakan, perancangan sistem kerja termasuk lingkungan fisik, desain stasiun kerja/layout, dll., 3) sistem produksi (production system) terkait dengan menggambar teknik, proses produksi, rencana produksi, 4) perusahaan/organisasi/menajemen industri terkait dengan ide produk, kelayakan bisnis, performance measurement, 5) komputasi & statistika industri terkait dengan memperkuat pemahaman teori: tools software, dan 6) simulasi (Teaching Factory/Industry).

 

Teknik Industri, Hard atau Soft Engineering?

Orang seringkali sulit sekali menempatkan disiplin TI ini di dalam ranah habitat “engineering” yang begitu mengunggulkan kemampuan dan kompetensi merancang, bisa berupa rancangan ataupun proses dengan berlandaskan analisa pendekatan kuantitatif dan serba eksak. Di sisi lain problematika industri yang dijumpai seringkali juga lebih cenderung begitu kompleks, gampang berubah, penuh unsur ketidakpastian, abstraktif dan sulit untuk diramalkan dengan pendekatan obyektif, sehingga memerlukan penyelesaian yang lebih bersifat sistemik, holistik, dan komprehensif-integral. Karakteristik keilmuan TI/ Manajemen Industri (MI)/ Sistem Industri (SI) sebagai berikut: TI/MI/SI memberikan peluang untuk bekerja dalam berbagai jenis bidang kerja (bisnis/industri), aspek yang paling menonjol dari disiplin TI/MI/SI adalah “flexibility” dalam aplikasi ilmu TI/MI/SI (all share the common goal of saving companies money and increasing effeciencies). Dalam kondisi dimana banyak manajer perusahaan menghadapi masalah peningkatan daya saing, maka mereka harus mampu memperbaiki kualitas/produktivitas, menekan biaya, dan mempercepat waktu penyerahan barang, misalnya pada studi kasus komoditi unggulan Provinsi Sumsel yaitu Perkebunan Kelapa Sawit/Karet semestinya sudah mulai dikluster inovasi teknologi tepat guna dari hulu hingga hilir, inovasi teknologi yang cocok saat sawit/karet ditanam sampai jelang mulai berbuah, inovasi saat sawit/karet saat produktif, sampai dengan saat sawit/karet sudah tidak produktif lagi, dan pengolahan hasil sawit/karet skala komersialisasi industri. Inovasi teknologi dalam; a) bioenergi, b) biomaterial dan oleokimia, c) pangan dan kesehatan, d) budidaya, lahan dan pupuk, e) pasca panen dan pengolahan, f) penanganan limbah dan lingkungan, dan g) sosial ekonomi, manajemen, bisnis, pasar dan TIK. Disini diperlukan lulusan TI/TMI/SI, karena disiplin TI/MI/SI memang mengajarkan kompetensi dan/atau kemampuan (spesialis) untuk permasalahan ini (eliminate waste of time, money, materials, energy, and other commodities). Disiplin TI/MI/SI diharapkan mampu “menyelamatkan” uang perusahaan. Orang-orang TI/MI/SI dianggap bisa memahami proses tetapi juga sekaligus melihat proses produksi tidak hanya sebagai proses aliran material (material flow) namun juga sekaligus sebagai proses aliran uang (cash flow). Industrial engineers figure out how to do things better; they engineer process and systems that improve quality and productivity.

Sarjana TI/MI/SI make things better in any smart & green industry dari industri pesawat terbang dan ruang angkasa, hingga industri kesehatan, kehutanan, keuangan, hiburan dan pendidikan. Memperbaiki organisasi industri yang kompleks dan mampu memberikan suatu perspektif sistem terintegrasi dalam tantangan-tantangan bisnis dan memberi solusi permasalahan kompleks. Sarjana TI/MI/SI dibekali pengetahuan (Body of Knowledge TI) meliputi; Work Design & Measurement, Ergonomics and Human Factors, Product Design & Development, Operation Research & Analysis, Quality & Reliability Engineering, System Design & Engineering, Supply Chain Management, Operation Engineering & Management, Facilities Engineering & Energy Management, Engineering Economic Analysis, Safety, Engineering Management, dan Information Engineering harus mampu dan siap membangun negeri yang berdaya saing tinggi.

Baca Juga :  Aksi Sosial DPC PDI Perjuangan Kota Palembang Jadi Partai Pelopor Adakan Vaksin Massal Dalam Mensukseskan Program Vaksinasi.

 

Tantangan dan Prospek Disiplin Teknik Industri Membangun Negeri

TI merupakan bidang yang sangat dinamis dan terus berkembang, dengan tantangan dan prospek yang sangat menarik. Tantangan yang dihadapi oleh TI antara lain; investasi awal yang besar, perubahan budaya organisasi, keterbatasan teknologi, dan regulasi yang kompleks. Namun, prospek yang ada juga sangat besar, seperti perancangan sistem produksi yang berkelanjutan, optimasi penggunaan energi, pengelolaan limbah yang efektif (Setiawan, 2023), dan pengembangan produk yang ramah lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, tren TI telah bergeser ke arah pabrik cerdas, otomtis, efisien dan ramah lingkungan dan sosial. Prospek kerja lulusan TI juga sangat menjanjikan, dengan peluang karir di berbagai sektor industri dengan faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan karir yaitu perkembangan industri 4.0, dan menyongsong industri 5.0, pentingnya efisiensi operasional, peningkatan keberlanjutan, globalisasi bisnis, dan tuntutan konsumen yang berkembang (Setiawan et al., 2025). Dengan demikian, TI merupakan bidang yang sangat menarik dan memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang, harmoni dan berkontribusi pada perubahan positif di dunia industri dalam membangun negeri yang berdaya saing.

Harmoni dan kontribusi disiplin TI bagi negeri sangat penting dalam pengembangan inovasi teknologi. Disiplin TI sebagai disiplin engineering yang menempatkan manusia sebagai bagian penting dari sistem yang dirancangnya, maka pengetahuan tentang manusia dalam artian kemampuannya dalam bekerja serta perilakunya dalam berorganisasi sangat diperlukan. Tanpa pengetahuan itu maka perancangan sistem terintegrasi menjadi sulit dilakukan. Usaha mencari efisiensi perusahaan manufaktur dan jasa yang semakin lama semakin rumit karena memerlukan penyelesaian yang tidak hanya mencakup lantai pabrik, kantor tetapi juga tingkat perusahaan dan bahkan saat ini tingkat jaringan produksi, menjadi ciri perkembangan disiplin ini. Pada akhirnya, kemampuan dasar Disiplin TI dalam melihat sistem secara menyeluruh menggunakan pendekatan sistem merupakan kunci penting yang menyebabkan disiplin ini masih akan terus diperlukan ke depan. Pembangunan dan ekonomi nasional secara umum memerlukan dukungan dari keilmuan TI. Lulusan Program Studi TI masih diperlukan dalam kerangka pembangunan tersebut. Pembangunan negeri yang selalu memastikan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat nberdampak signifikan dalam praktik implementasinya, tidak hanya meninggalkan legacy pengetahuan (knowledge) saja.

Baca Juga :  Implementasi AKM di Sekolah Dasar, Langkah Maju atau Beban Baru ?

Bergabunglah dengan Prodi Teknik Industri dan raih mimpimu menjadi ahli teknik manajemen industri yang berkontribusi dalam membangun masa depan industri yang lebih cerdas, efisien, dan ramah lingkungan.