KRISTUS GAMBAR YANG SEMPURNA

KRISTUS GAMBAR YANG SEMPURNA

“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dari-Nya menyertai langkah hidup kita hari ini. Kita percaya: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai, menuntun, dan bekerja dalam setiap musim kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa gelap, Tuhan sedang menyiapkan terang. Ketika kita lemah, Tuhan sedang menguatkan. Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.

Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” (Kolose 1:15)

Kolose 1:15 berkata: “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” Ayat ini menegaskan siapa Yesus Kristus sebenarnya. Di tengah dunia yang memiliki banyak pandangan tentang Yesus sebagai guru moral, nabi, atau tokoh sejarah rasul Paulus dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Artinya, melalui Yesus, kita dapat mengenal Allah secara nyata. Apa yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia, dinyatakan sepenuhnya di dalam diri Kristus.

Sebagai manusia, kita sering membangun gambaran tentang Allah berdasarkan pengalaman pribadi atau keadaan hidup. Saat hidup berjalan baik, kita melihat Allah sebagai baik. Namun ketika menghadapi penderitaan, kita mulai meragukan kasih-Nya.

Kolose 1:15 mengingatkan bahwa pengenalan kita tentang Allah tidak boleh berdasarkan perasaan atau situasi, melainkan berdasarkan Kristus. Melihat Yesus berarti melihat hati Allah penuh kasih, kebenaran, kerendahan hati, dan pengorbanan.

Baca Juga :  Tiga Kali Yesus Bertanya: Apakah Engkau Mengasihi Aku?*

Yesus disebut sebagai “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan”. Ini tidak berarti Yesus diciptakan, melainkan menegaskan kedudukan-Nya yang tertinggi dan otoritas-Nya atas seluruh ciptaan. Ia ada sebelum segala sesuatu dan berkuasa atas segalanya. Dengan kata lain, Kristus bukan hanya Juruselamat pribadi, tetapi juga Tuhan atas seluruh kehidupan.

Renungan ini menantang kita untuk bertanya: Apakah Kristus sungguh menjadi yang utama dalam hidup kita? Banyak orang percaya kepada Yesus, tetapi belum tentu menempatkan Dia
sebagai pusat kehidupan. Kita sering menomorsatukan pekerjaan, keluarga, rencana pribadi, bahkan pelayanan, sementara Kristus hanya kita libatkan ketika kita membutuhkan pertolongan.

Jika Kristus adalah gambar Allah yang sempurna dan yang terutama atas segala sesuatu, maka seharusnya Dia juga menjadi yang terutama dalam hati kita. Dalam mengambil keputusan, dalam bersikap terhadap sesama, dan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita dipanggil untuk mencerminkan Kristus. Hidup kita seharusnya menjadi cerminan kecil dari siapa Yesus itu.

Renungan ini juga memberi penghiburan. Jika Kristus adalah Tuhan atas segala ciptaan, maka tidak ada satu pun bagian hidup kita yang berada di luar kendali-Nya. Masalah, penderitaan, dan ketidakpastian tidak lebih besar dari Kristus. Kita boleh percaya bahwa Dia yang berdaulat juga memelihara hidup kita dengan sempurna.

Mari kita terus mengenal Kristus melalui firman-Nya, meneladani hidup-Nya, dan menempatkan Dia sebagai pusat hidup kita. Ketika Kristus menjadi yang utama, hidup kita akan menemukan arah, makna, dan pengharapan sejati.

Renungan:
Dalam mengambil keputusan, dalam bersikap terhadap sesama, dan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita dipanggil untuk mencerminkan Kristus.

Lagu:
KJ. No. 39:1,2,3
“Ku Diberi Belas Kasihan”

Doa:
Tuhan Yesus, kami bersyukur karena di dalam Engkau kami dapat mengenal Allah yang sejati. Ampuni kami jika selama ini kami belum menempatkan Engkau sebagai yang utama
dalam hidup kami. Tolong kami untuk semakin mengenal Engkau, meneladani hidup-Mu, dan menjadikan Engkau pusat dari setiap langkah hidup kami. Bentuk hati kami agar hidup kami memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Baca Juga :  Janji Kehidupan Kekal

Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.

Amin.

(VIP)