mediasumatera.id – DAMAI SEJAHTERA bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Setiap peran yang kita mainkan saat ini dimaknai sebagai misi perutusan dari Yesus. Dan agar misi kita berhasil, maka kita harus fokus pada tujuan. Hal-hal yang menghambat kita dalam menjalankan tugas perutusan sedapat mungkin dikesampingkan. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santa Agatha, Perawan dan Martir.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 6: 7 – 13, yakni Yesus mengutus kedua belas rasul. Dalam bacaan Injil hari ini,
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan mengutus mereka berdua-dua. Sebelum berangkat, Ia memberi mereka kuasa atas roh jahat dan otoritas untuk menyembuhkan penyakit. Inilah cetak biru misi Yesus: holistik, menyentuh tubuh sekaligus jiwa, membebaskan dari sakit, belenggu, dan dosa. Namun, misi besar ini dijalankan dengan cara sederhana: hanya tongkat dan alas kaki. Tongkat bukan senjata, melainkan penopang perjalanan. Alas kaki melambangkan kesiapan menghadapi jalan terjal. Tanpa bekal, tanpa uang, tanpa cadangan, agar mereka bergantung penuh pada penyediaan Bapa, bukan pada harta. Mereka diminta tinggal di satu rumah, membangun relasi yang tulus, bukan sekadar mampir. Dan mereka diutus berdua-dua, supaya saling menguatkan, menopang, dan menjadi saksi bahwa kuasa itu berasal dari Tuhan, bukan dari diri sendiri. Misi holistik adalah misi kuasa dan ketergantungan: kuasa dari atas untuk menyembuhkan dan membebaskan, serta ketergantungan penuh pada Sang Sumber untuk kebutuhan sehari-hari. Tanpa kuasa, pelayanan hanyalah aksi sosial. Tanpa ketergantungan, kita kehilangan inti panggilan. Dan sampai hari ini, Yesus masih mengutus kita. Dengan kuasa Roh-Nya, untuk menjamah tubuh dan jiwa. Dengan hidup sederhana, agar dunia melihat bahwa sukacita kita bukan dari apa yang kita miliki, melainkan dari Dia yang kita ikuti.
*Pesan untuk kita:*
Jalankanlah peran kita masing-masing yang Tuhan percayakan dengan kuasa-Nya. Fokus pada amanah saat ini, dan andalkan Dia yang menyertai serta mencukupkan. Biarlah hidup kita menjadi kesaksian sederhana namun penuh kuasa, karena sumber kekuatan kita adalah Tuhan yang mengutus kita.
*Pertanyaan refleksi*
1. Dalam pelayanan saya sehari-hari, apakah saya lebih sering mengandalkan kemampuan dan bekal pribadi, atau sungguh bergantung pada kuasa dan penyediaan Tuhan?
2. Bagaimana saya dapat menghadirkan misi holistik, menyentuh tubuh sekaligus jiwa dalam relasi dengan orang-orang di sekitar saya?
3. Siapa “rekan perjalanan” yang Tuhan tempatkan bersama saya, dan bagaimana saya bisa saling menguatkan dalam menjalani panggilan misi?
*Selamat berefleksi*🙏🙏
*Doa Singkat*
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengutus kami dengan kuasa-Mu untuk menyembuhkan dan membebaskan. Ajari kami hidup sederhana, bergantung penuh pada-Mu, dan membangun relasi yang tulus dengan sesama. Kuatkan kami untuk berjalan bersama saudara seiman, agar dunia melihat KASIH dan kuasa-Mu melalui hidup kami. Amin.



