Renungan hari ini: Tahun Boleh Berganti, Firman-Nya Tetap Sama.

Renungan hari ini: Tahun Boleh Berganti, Firman-Nya Tetap Sama.

mediasumatera.id – SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apa kabar Anda di penghujung tahun 2025 ini? Saya berharap Anda dalam keadaan sehat, damai dan bahagia.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 1: 1 – 18, yakni Firman yang telah menjadi manusia. Pada hari ini, kita tiba di ambang batas waktu kronos, sebuah penghujung dan sebuah awal yang bertemu dalam satu momen yang kita sebut Pergantian Tahun. Di sini, kita berdiri dengan segala kenangan yang telah tertulis dan HATI yang berdebar menatap halaman baru yang masih kosong. Ada rasa syukur, mungkin juga letih; ada harapan, namun kerap diiringi kecemasan. Dalam suasana pergantian yang serba tidak pasti ini, firman Tuhan datang membawa sebuah kepastian yang teguh, yakni: Tahun boleh berganti, musim silih berganti, zaman berubah, manusia menua, dan keadaan bergeser. Semua itu adalah bagian dari waktu kronos, alur waktu yang terus berjalan dan tidak bisa dihentikan. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah adalah Firman Allah. Yohanes menegaskan bahwa Firman itu adalah Allah sendiri, Alfa dan Omega, Sang Pemilik kehidupan. Dialah Sang Waktu, yang memberi kita kesempatan untuk berubah seiring dengan kitaran waktu. Ungkapan Latin Tempora mutantur, et nos mutamur in illis, mengingatkan kita bahwa waktu berubah, dan kita pun berubah di dalamnya. Herakleitos, filsuf Yunani kuno, berkata bahwa segala sesuatu mengalir dan berubah. Tetapi iman Kristiani melangkah lebih jauh: di tengah derasnya arus perubahan, ada Batu Karang yang teguh, yaitu Yesus Kristus, Firman Allah yang tetap sama dari kekal sampai kekal.
Firman-Nya tidak hanya tetap, tetapi juga relevan dan aktual untuk segala zaman. Seperti yang ditegaskan Ibrani 13:8: “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, maupun sampai selama-lamanya.” Dialah pijakan yang kokoh, yang tidak hanyut oleh arus perubahan. Di sinilah kita memasuki waktu kairos, momen Ilahi yang penuh makna, kesempatan emas yang Tuhan berikan agar kita tidak hanya menghitung detik dan tahun, tetapi juga menghayati setiap kesempatan untuk bertobat, memperbarui diri, dan mengalami kasih karunia-Nya.

Baca Juga :  Kecil Itu Indah

Pesan Utama bagi Kita
Pertama Herakleitos melihat arus perubahan, tetapi Kristus adalah pijakan. Waktu kronos terus berjalan, tetapi waktu kairos memberi makna di dalamnya
Kedua Herakleitos melihat gejala, tetapi Kristus memberi hakikat. Waktu kronos menghitung waktu, tetapi waktu kairos mengubah waktu menjadi kesempatan Ilahi. Ketiga Di tengah sungai perubahan, kita menemukan keteguhan dalam Firman Allah. Waktu kronos membawa kita melewati pergantian tahun, tetapi waktu kairos mengundang kita untuk berjumpa dengan Kristus yang tidak pernah berubah. Maka, mari kita menyongsong tahun baru bukan hanya dengan menghitung waktu kronos, tetapi juga dengan membuka diri pada waktu kairos, momen Ilahi yang Tuhan sediakan. Kita boleh melangkah dengan tenang dan berani, sebab Tuhan yang sama yang menyertai kita di tahun lalu, akan tetap menyertai kita di tahun yang baru. Dengan iman yang teguh kita berkata:
“Tahun boleh berganti, musim silih berganti, zaman berubah, manusia menua, keadaan berubah. Namun Engkau, Tuhan, tidak pernah berubah. Firman-Mu tetap relevan dan aktual untuk segala zaman. Di dalam waktu kronos kami berjalan, tetapi di dalam waktu kairos kami berjumpa dengan-Mu.

Pertanyaan refleksi

1. Dalam arus perubahan hidup dan pergantian tahun, bagian mana dari Firman Tuhan yang paling meneguhkan langkahmu?
2. Bagaimana pengalaman pribadimu merasakan bahwa Yesus Kristus tetap sama, menyertai baik di masa lalu maupun kini?
3. Apa komitmen iman yang ingin Anda bawa untuk menyongsong tahun baru, agar tetap berpijak pada Batu Karang yang teguh, yaitu Firman Allah?

Selamat berefleksi…& Selamat menyongsong tahun yang baru

Doa Singkat

Tuhan yang kekal,
Engkau adalah Alfa dan Omega, Sang Waktu dan Pemilik kehidupan.
Di tengah arus perubahan dunia, kami bersyukur karena Firman-Mu tetap sama, relevan dan hidup untuk segala zaman. Kami menyerahkan tahun yang baru ke dalam tangan-Mu. Berilah kami IMAN yang teguh, HATI yang tenang, dan keberanian untuk melangkah bersama-Mu.
Biarlah kami selalu berpijak pada Batu Karang yang kokoh, yaitu Yesus Kristus, yang tetap sama kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya. Amin.

Baca Juga :  Konspirasi Kejahatan